Menjelang peringatan Hari Lupus Sedunia, 2026, pada tanggal 10 Mei, tema “Make Lupus Visible” menjadi sangat relevan bagi masyarakat Indonesia.
Di balik senyum para wanita hebat yang kita temui sehari-hari, ada ribuan pejuang yang sedang berperang melawan dirinya sendiri.
Lupus bukan sekadar penyakit kulit atau kelelahan biasa, ini adalah tantangan kesehatan nasional yang sering kali terabaikan karena sifat gejalanya yang tidak terlihat.
Berikut adalah fakta penyakit Lupus di Indonesia:

1. Penyebab Lupus Belum Diketahui
Lupus (Lupus Eritematosus Sistemik/SLE) adalah penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat.
Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi timbul akibat kombinasi dari:
- Faktor genetik (keturunan)
- Lingkungan seperti paparan sinar UV, infeksi, atau kebiasaan merokok.
- Hormon
2. Fenomena Gunung Es Hari Lupus Sedunia
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2024, jumlah orang penderita Lupus di Indonesia diperkirakan lebih dari 1,3 juta orang.
Namun, para ahli menyebut angka ini sebagai “fenomena gunung es”. Banyak kasus yang belum terdiagnosis karena gejalanya yang samar dan minimnya fasilitas deteksi dini di luar kota besar.
3. Isu Kesehatan Wanita
Di Indonesia dan di dunia, rasio penderita Lupus antara wanita dan pria mencapai 9:1. Artinya, penyakit ini secara signifikan lebih banyak menyerang wanita, terutama pada usia produktif antara 15 hingga 45 tahun.
Hal ini menjadikan Lupus sebagai isu kesehatan wanita yang sangat krusial untuk dipahami oleh setiap Moms.

4. Penyakit Seribu Wajah
Seringkali Lupus terlambat terdiagnosis karena gejalanya sering mirip dengan penyakit lain seperti rematik, infeks ginjal atau kelelahan kronis. Karena itulah, Lupus dikenal sebagai “Penyakit Seribu Wajah”.
5. Lamanya Waktu Diagnosis
Rata-rata Odapus (Orang Dengan Lupus) di Indonesia membutuhkan waktu sampai 6 tahun untuk mendapatkan diagnosis pasti.
Lamanya waktu diagnosis dapat menyebabkan komplikasi serius pada organ vital, seperti ginjal (Lupus Nefritis), yang merupakan salah satu penyebab utama kematian pada pasien Lupus di Indonesia.
6. Gejala Khas yang Perlu Diwaspadai
Meskipun gejalanya beragam, para ahli medis di Indonesia menekankan beberapa tanda kunci yang sering ditemukan pada pasien lokal:
- Nyeri Sendi dan Kekakuan: Dialami oleh hampir 90% penderita di Indonesia, biasanya memburuk di pagi hari.
- Demam Berkepanjangan: Demam ringan yang tidak jelas penyebabnya dan sering hilang-timbul.
- Butterfly Rash: Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu di area pipi dan hidung yang semakin jelas saat terpapar sinar matahari tropis.
- Anemia dan Kelelahan Ekstrem: Rasa lelah yang tidak hilang meski sudah beristirahat cukup, sering kali disertai pucat.

7. Memulai dari Kesadaran Diri
Meskipun Lupus dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormonal, menjaga keseimbangan sistem imun adalah langkah preventif terbaik bagi setiap orang.
Stres kronis dan kelelahan fisik yang ekstrem ternyata dapat menjadi pemicu (trigger) ketidakstabilan sistem imun.
Oleh karena itu, kampanye Make Lupus Visible adalah pengingat bagi kita semua untuk lebih peka terhadap sinyal-sinyal yang diberikan oleh tubuh. Pencegahan dimulai dari memberikan hak tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energi secara rutin.
Di Mom n Jo, kami percaya bahwa menjaga kebugaran fisik dan ketenangan mental adalah investasi kesehatan jangka panjang. Kami mengajak seluruh wanita Indonesia untuk rutin melakukan self-care sebagai upaya menjaga imunitas.
Kami menawarkan beragam pijat relaksasi yang dapat Moms pilih sesuai kebutuhan. Didukung dengan suasana tenang yang akan membantu Moms melepaskan beban pikiran, memberikan ruang bagi tubuh untuk melakukan regenerasi secara optimal.
Mari buat kesehatan Moms lebih “visible” sebelum keluhan muncul. Jangan tunggu sampai tubuh memberikan sinyal bahaya. Jadikan relaksasi sebagai bagian dari rutinitas kesehatan Moms untuk masa depan yang lebih prima.
