Menjalani setiap fase kehamilan membuat sesi USG menjadi hal yang dinantikan calon ibu. Melihat si kecil tumbuh di dalam perut lewat layar monitor membuat hati Moms hangat.
Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah pertumbuhan janin terhambat (PJT), di mana berat atau ukuran janin berada di bawah rata-rata usia kehamilannya.
Kabar baiknya, banyak faktor PJT yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak dini. Yuk, simak langkah-langkah proaktif untuk mencegah pertumbuhan janin terhambat berikut ini:
1. Pastikan Asupan Nutrisi “Super” untuk Plasenta
Plasenta adalah satu-satunya jembatan kehidupan bagi si kecil. Untuk menjaganya tetap sehat, Moms membutuhkan nutrisi yang mendukung aliran darah dan pertumbuhan sel.
Oleh karena itu, selama hamil Moms harus mengonsumsi makanan yang mengandung:
- Protein Tinggi: Zat ini bermanfaat untuk pembentukan janin yang bisa diperoleh dari ikan, daging tanpa lemak, telur, dan tempe.
- Asam Folat dan Zat Besi: untuk mencukupi pasokan oksigen dalam darah ke janin dan mencegah kelainan yang menghambat pertumbuhan.
- Hindari Makanan Olahan dan Tinggi Garam: Agar Moms terhindar dari risiko tekanan darah tinggi, salah satu penyebab utama PJT.

2. Pantau dan Kendalikan Tekanan Darah
Salah satu penyebab PJT adalah tekanan darah tinggi (preeklamsia), yang menyebabkan pembuluh darah di plasenta menyempit, sehingga suplai makanan ke janin berkurang. Inilah mengapa kontrol rutin ke dokter atau bidan sangat penting.
Jika Moms memiliki riwayat hipertensi, selain menerapkan pola makan rendah garam pastikan juga melakukan manajemen stres yang baik sebagai bagian dari upaya mencegah pertumbuhan janin terhambat.
3. Hindari Paparan Asap Rokok dan Polusi
Oksigen adalah “makanan” utama janin selain nutrisi. Karbon monoksida dari asap rokok, termasuk menjadi perokok pasif dapat mengikat hemoglobin dalam darah, sehingga janin kekurangan oksigen.
Oleh karena itu, pastikan lingkungan rumah Moms bebas asap rokok dan usahakan mendapatkan udara segar sesering mungkin untuk mendukung perkembangan paru dan otak janin.
4. Posisi Tidur yang Mendukung Sirkulasi
Memasuki trimester kedua dan ketiga, posisi tidur Moms sangat berpengaruh pada aliran darah ke rahim. Biasakan untuk tidur miring ke sisi kiri.
Posisi ini membantu pembuluh darah besar (vena cava inferior) tidak tertekan oleh berat rahim, sehingga aliran darah dari jantung Moms menuju plasenta menjadi jauh lebih lancar dan optimal.

5. Manajemen Stres dan Istirahat Berkualitas
Moms mungkin tidak menyangka bahwa stres berlebih bisa memengaruhi pertumbuhan janin. Saat Moms stres, tubuh melepaskan hormon yang bisa mempersempit pembuluh darah.
Istirahat yang cukup bukan berarti malas, melainkan cara tubuh Moms untuk mengisi ulang energi dan memberikan kesempatan bagi janin untuk tumbuh maksimal tanpa hambatan hormonal dari stres.
Maksimalkan Ketenangan Masa Kehamilan di Mom n Jo
Upaya mencegah pertumbuhan janin terhambat tidak hanya soal apa yang Moms konsumsi, tetapi juga bagaimana Moms menjaga kondisi fisik tetap rileks dan sirkulasi darah tetap lancar.
Di Mom n Jo, kami berkomitmen menjadi sahabat Moms yang menemani perjalanan luar biasa ini melalui perawatan prenatal yang dirancang secara medis.
Pijat ibu hamil yang kami rancang berfokus pada titik-titik yang membantu melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh. Dengan tubuh yang rileks, aliran oksigen dan nutrisi menuju rahim dapat berjalan lebih efisien.
Pertumbuhan optimal si kecil dimulai dari kesehatan dan kebahagiaan Moms. Jangan biarkan ketegangan menghalangi nutrisi untuk buah hati tercinta. Mari jadwalkan waktu relaksasi Moms untuk kehamilan yang lebih sehat dan tenang.
