Sebagai Moms yang teliti, penting untuk memahami batasan kapan terlambat bicara masih dianggap normal dan kapan menunjukkan tanda speech delay yang memerlukan perhatian khusus.
Untuk setiap orang tua, melihat si kecil mulai mengucapkan kata pertama seperti “Mama” atau “Papa” adalah momen yang paling dinanti. Namun, terkadang perkembangan setiap anak berbeda-beda.
Berikut adalah beberapa tanda waspada (red flags) anak terlambat bicara berdasarkan tahapan usia:
1. Usia 12 Bulan: Minim Gestur dan Suara
Di usia satu tahun, seharusnya si kecil sudah mulai aktif berkomunikasi meski belum menggunakan kata-kata formal. Waspadai jika si kecil:
- Tidak menggunakan gestur seperti melambai (bye-bye) atau menunjuk benda.
- Tidak mengeluarkan suara-suara ocehan (babbling) yang bervariasi.
- Tidak merespons saat namanya dipanggil.

2. Usia 18 Bulan: Lebih Memilih Gestur daripada Kata
Pada usia ini, anak idealnya sudah memiliki beberapa kosakata sederhana.
Tanda speech delay yang perlu diperhatikan adalah jika si kecil lebih suka menggunakan gerakan tubuh untuk meminta sesuatu daripada mencoba mengeluarkan suara, atau sulit menirukan suara yang Moms ucapkan.
3. Usia 24 Bulan: Belum Bisa Merangkai Dua Kata
Memasuki usia dua tahun, si kecil biasanya mulai bisa merangkai dua kata, seperti “Mau minum” atau “Mama makan”.
Jika anak hanya bisa meniru ucapan orang lain secara spontan (ekolalia) tanpa maksud berkomunikasi, atau belum bisa mengucapkan minimal 50 kosakata, sebaiknya Moms mulai melakukan observasi lebih mendalam.
4. Kesulitan Memahami Perintah Sederhana
Keterlambatan bicara bukan hanya soal mengeluarkan suara, tetapi juga soal pemahaman (receptive language).
Jika di usia 18-24 bulan si kecil tampak kesulitan memahami instruksi sederhana seperti “Ambil bolanya” atau “Sini sayang”, ini bisa menjadi salah satu indikator adanya hambatan komunikasi.
5. Kontak Mata yang Kurang Fokus
Komunikasi diawali dengan kontak mata. Jika saat Moms berbicara atau mengajak bermain si kecil jarang menatap mata atau tampak sibuk dengan dunianya sendiri, hal ini bisa berkaitan dengan hambatan perkembangan bahasa dan interaksi sosialnya.

Stimulasi Tumbuh Kembang Holistik di Mom n Jo
Mengatasi tanda speech delay yang terlihat pada anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk stimulasi fisik yang dapat membantu si kecil merasa lebih rileks dan siap belajar.
Di Mom n Jo, kami mendukung tumbuh kembang optimal melalui:
1. Pediatric Massage
Pijatan khusus untuk anak-anak dapat membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan konsentrasi. Tubuh yang rileks memudahkan anak untuk menerima stimulasi bahasa dari lingkungan sekitarnya.
2. Baby Swim and Gym
Aktivitas motorik kasar sangat berkaitan dengan kemampuan kognitif dan bahasa. Melalui gerak aktif di air, saraf-saraf motorik si kecil akan terstimulasi dengan lebih baik.
Dukung si kecil bicara dengan percaya diri! Berikan stimulasi terbaik untuk sensorik dan motoriknya di Mom n Jo sekarang juga.
