Jadi ibu baru itu penuh drama apalagi soal ASI. Belum apa-apa udah dibombardir saran dari sana-sini: kata orang ini begini, kata orang itu begitu. Bingung mana yang benar?Tenang, Moms. Saatnya kita luruskan bareng-bareng.
Mitos dan Fakta ASI yang Paling Sering Beredar

Mitos 1: ASI Pertama (Kolostrum) Kotor dan Harus Dibuang
Faktanya, ini mitos yang paling berbahaya dan harus langsung dibuang jauh-jauh. Kolostrum atau cairan kuning kental yang keluar di hari-hari pertama, justru adalah “vaksin pertama” bayi.
Kolostrum kaya akan antibodi, protein, dan zat imun yang melindungi bayi baru lahir dari infeksi. Jangan dibuang, segera susukan ke bayi sesegera mungkin setelah lahir!
Mitos 2: Payudara Kecil = ASI Sedikit
Padahal faktanya, ukuran payudara ditentukan oleh jaringan lemak, bukan jaringan kelenjar susu.
Produksi ASI bergantung pada seberapa sering dan efektif bayi menyusu, bukan ukuran payudara Moms.
Moms berpayudara kecil pun bisa menghasilkan ASI yang sangat cukup untuk bayi.

Mitos 3: Stres Bikin ASI Habis
Ternyata, fakta yang sebenarnya adalah stres memang bisa menghambat let-down reflex (refleks keluarnya ASI), tetapi tidak menghentikan produksi ASI secara permanen.
Selama bayi terus menyusu atau Moms terus memompa secara rutin, ASI akan tetap diproduksi.
Hal yang lebih berpengaruh pada suplai ASI justru adalah frekuensi pengosongan payudara. Prinsipnya: makin sering dikosongkan, makin banyak diproduksi.
Mitos 4: ASI Tidak Cukup Jika Bayi Sering Minta Susu
Justru, bayi yang sering menyusu bukan berarti ASI Moms kurang. Ini adalah perilaku normal yang disebut cluster feeding, terutama saat bayi mengalami growth spurt.
Bayi menyusu lebih sering justru untuk meningkatkan suplai ASI secara alami karena tubuh Moms merespons permintaan bayi dengan memproduksi lebih banyak ASI.

Mitos 5: Ibu Sakit Tidak Boleh Menyusui
Sama sekali tidak benar! Untuk sebagian besar penyakit umum seperti flu, batuk, atau pilek, Moms tetap bisa dan disarankan menyusui.
Saat tubuh Moms melawan infeksi, antibodi yang terbentuk justru ikut masuk ke dalam ASI dan melindungi bayi.
Hentikan menyusui hanya jika dokter secara spesifik menyarankan demikian.
Mitos 6: ASI Tidak Ada Nutrisinya Setelah 6 Bulan
Moms, ASI tetap penuh nutrisi dan manfaat bahkan setelah bayi berusia 6 bulan. WHO sendiri merekomendasikan pemberian ASI dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih, bersamaan dengan MPASI.
Komposisi ASI bahkan berubah menyesuaikan kebutuhan bayi yang terus berkembang, luar biasa, kan?

Permbahasan tentang ASI memang penuh dengan informasi yang simpang siur. Namun, satu hal yang pasti: tubuh Moms luar biasa, dan dengan dukungan yang tepat, proses menyusui bisa berjalan lebih lancar.
Kalau Moms sedang berjuang dengan produksi ASI atau butuh dukungan menyusui, tim Mom n Jo siap bantu. Kami memiliki treatment khusus untuk ibu menyusui yang terbukti membantu melancarkan ASI. Yuk Moms, jangan hadapi semuanya sendirian!
