Belakangan ini, Steffi Zamora menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah membagikan momen menyusui anak pertamanya, Kaia Lanna Fernandez. Selain ASI melimpah, banyak netizen menyoroti warna ASI Steffi yang tampak kuning pekat dan dianggap menandakan kandungan nutrisi yang baik.
Namun, di balik viralnya unggahan tersebut, ada satu hal penting yang menarik untuk dipelajari para ibu menyusui: bagaimana Steffi menjaga produksi ASI tetap melimpah tanpa bergantung pada ASI booster berlebihan.
Lalu, apa sebenarnya rahasia ASI melimpah ala Steffi Zamora? Simak penjelasannya berikut ini.
Steffi Zamora Mengaku Fokus pada Asupan Protein
Dalam beberapa wawancara, Steffi mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki rahasia khusus selain menjaga pola makan, terutama memperbanyak protein harian. Secara rutin dia mengonsumsi: telur omega, daging sapi, susu almond, dan daun kelor.
Steffi bahkan menyebut dirinya bisa makan telur 4-8 butir setiap hari untuk membantu menjaga kualitas ASI dan tetap berenergi.

Mengapa Protein Penting untuk Produksi ASI?
Saat menyusui, tubuh Moms bekerja ekstra untuk menghasilkan nutrisi terbaik bagi bayi. Protein menjadi salah satu zat gizi utama yang membantu:
- Pembentukan jaringan tubuh bayi
- Menjaga energi ibu
- Mendukung produksi hormon menyusui
- Membantu kualitas ASI tetap baik
Beberapa sumber protein yang baik untuk ibu menyusui antara lain:
- Telur,
- Ikan,
- Ayam,
- Daging tanpa lemak,
- Tahu dan tempe,
- Kacang-kacangan,
- Susu dan produk olahannya.
Selain protein, ibu menyusui juga tetap membutuhkan:
- Cairan yang cukup
- Sayur dan buah
- Lemak sehat,
- Waktu istirahat yang memadai.

Benarkah ASI Kuning Pekat Lebih Bergizi?
Warna ASI sebenarnya bisa berbeda-beda pada setiap ibu. Ada yang putih kekuningan, krem, hingga agak keemasan.
ASI berwarna kuning pekat umumnya dipengaruhi oleh:
- Kandungan beta-karoten,
- makanan yang dikonsumsi ibu,
- Fase ASI tertentu.
Kolostrum, yaitu ASI pertama yang keluar setelah melahirkan, memang cenderung berwarna kuning karena kaya antibodi dan nutrisi penting untuk bayi.
Namun, penting dipahami bahwa warna ASI bukan satu-satunya penentu kualitas ASI. Selama bayi tumbuh baik, aktif, dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi, maka ASI ibu tetap dapat dikatakan baik.
Tidak Harus Ikut Tren ASI Booster
Pengalaman Steffi Zamora juga mengingatkan bahwa produksi ASI tidak selalu harus bergantung pada produk pelancar ASI tertentu.
Faktanya, produksi ASI lebih dipengaruhi oleh:
- Frekuensi menyusui,
- Pelekatan bayi yang benar,
- Nutrisi ibu,
- Hidrasi,
- Kondisi mental ibu.
Semakin sering ASI dikeluarkan, tubuh biasanya akan menerima sinyal untuk memproduksi lebih banyak ASI.

Tips Menjaga ASI Melimpah untuk Ibu Menyusui
Berikut beberapa tips sederhana yang bisa dicoba:
- Makan bergizi seimbang setiap hari.
- Perbanyak sumber protein alami.
- Minum air yang cukup.
- Susui bayi sesering mungkin.
- Tidur dan istirahat ketika memungkinkan.
- Hindari stres berlebihan.
- Minta dukungan pasangan dan keluarga.
Penting juga bahwa ibu menyusui sebaiknya tidak terlalu stres membandingkan diri dengan pengalaman ibu lain di media sosial. Dukungan emosional sangat penting karena stres dapat memengaruhi hormon yang berperan dalam proses menyusui.
Selain itu, Moms juga dapat melakukan treatment khusus ibu menyusui agar ASI lancar dan tetap rileks selama masa menyusui.
Setiap Perjalanan Menyusui Itu Berbeda
Apa yang berhasil pada Steffi Zamora belum tentu sama pada semua ibu. Tidak perlu merasa gagal jika produksi ASI belum sesuai harapan.
Moms, tetap Fokus pada kesehatan diri sendiri dan si kecil secara menyeluruh. Bila mengalami kesulitan menyusui, berkonsultasi dengan konselor laktasi atau tenaga kesehatan terpercaya.
Moms, hal terpenting dari perjalan menyusui adalah bukan tentang terlihat “sempurna”, tetapi tentang memberikan yang terbaik sesuai kemampuan masing-masing ibu.
