Tidur malam seharusnya menjadi waktu bagi tubuh anak untuk beristirahat dan memulihkan energi setelah seharian beraktivitas. Namun bagaimana jika saat tidur si kecil sering mendengkur keras, terlihat seperti berhenti bernapas sesaat, lalu terbangun dengan gelisah?
Kondisi ini bisa menjadi tanda sleep apnea pada anak, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan napas berhenti sementara saat tidur. Meski lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa, sleep apnea juga dapat terjadi pada anak.
Tidur memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, mengenali tanda-tanda sleep apnea sejak dini menjadi hal yang penting bagi orang tua.

Apa Itu Sleep Apnea?
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang mengalami jeda napas berulang saat tidur. Pada anak, kondisi ini biasanya terjadi karena saluran napas menyempit atau terhalang ketika otot-otot tubuh dalam keadaan rileks saat tidur. Akibatnya, tubuh anak akan berusaha kembali bernapas sehingga kualitas tidur menjadi terganggu.
Ada dua jenis sleep apnea yang umum dikenal, yaitu:
- Obstructive sleep apnea yang terjadi karena penyumbatan saluran napas
- Central sleep apnea yang berkaitan dengan gangguan sinyal dari otak untuk mengatur pernapasan.
Pada anak, jenis yang paling sering terjadi adalah obstructive sleep apnea.
Tanda-Tanda Sleep Apnea pada Anak
Beberapa tanda sleep apnea pada anak dapat terlihat saat mereka tidur maupun saat beraktivitas di siang hari.
Tanda yang muncul saat tidur antara lain:
- Mendengkur keras secara rutin
- Napas berhenti sesaat saat tidur
- Tidur gelisah atau sering berubah posisi
- Berkeringat saat tidur
- Sering terbangun di malam hari
Sementara itu, pada siang hari anak mungkin menunjukkan gejala seperti:
- Mudah lelah
- Sulit berkonsentrasi
- Lebih mudah rewel
- Tampak mengantuk di siang hari
Jika Moms melihat beberapa tanda ini pada anak, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Penyebab Sleep Apnea pada Anak
Faktor penyebab sleep apnea umumnya tergantung pada kondisi fisik anak. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi faktor meningkatkan risiko sleep apnea pada anak, antara lain:
- Pembesaran amandel atau adenoid
- Alergi atau hidung tersumbat
- Kelebihan berat badan
- Struktur saluran napas yang sempit

Mengapa Tidur Berkualitas Penting bagi Anak?
Tidur berkualitas memiliki peran besar dalam tumbuh kembang anak. Saat tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan, memperkuat sistem imun, serta membantu perkembangan otak.
Jika kualitas tidur terganggu, anak dapat merasa lebih mudah lelah, sulit fokus, dan kurang berenergi saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Hal ini berarti, menjaga rutinitas tidur yang nyaman menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan anak.
Membantu Anak Lebih Rileks Sebelum Tidur
Salah satu cara membantu anak mendapatkan tidur yang lebih nyaman adalah dengan menciptakan rutinitas relaksasi sebelum tidur. Aktivitas seperti membaca buku, mandi air hangat, atau pijat lembut dapat membantu tubuh anak menjadi lebih tenang.
Di Mom n Jo, kami menyediakan berbagai treatment untuk anak, seperti pediatric massage dan spa anak. Treatment ini kami rancang untuk membantu tubuh anak lebih rileks. Pijatan lembut dan tepat dapat membantu anak merasa nyaman dan tenang sebelum beristirahat.
Dengan tubuh yang lebih rileks, anak biasanya dapat tidur lebih nyenyak dan bangun dengan energi yang lebih baik keesokan harinya.
