Moms, tahukah jika sentuhan adalah bahasa pertama anak sejak dirinya lahir? Sebelum bayi bisa bicara atau berjalan, tubuhnya telah mengandalkan kulit, indera, dan koneksi emosional melalui sentuhan untuk memahami dunia dan membentuk otaknya. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sentuhan dan perkembangan otak bayi, bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga memiliki dampak nyata.
1. Otak Bayi Sudah Merespons Sentuhan Sejak Lahir
Banyak orang berpikir bahwa bayi baru bisa merasakan sentuhan secara minimal, tetapi penelitian menunjukkan sebaliknya. Aktivitas otak bayi merespons sentuhan halus, seperti usapan kulit-ke-kulit atau sentuhan lembut, sudah terlihat dalam wilayah otak yang memproses informasi sensorik dan sosial. Hal ini berarti sentuhan bukan hanya fisik tetapi juga mempengaruhi area otak yang penting untuk interaksi sosial dan emosi.

2. Kontak Kulit ke Kulit (Skin to Skin) Mendukung Neurodevelopment
Metode “Kangaroo Care”, yaitu kontak kulit ke kulit antara ibu atau orang tua dan bayi, terbukti berkontribusi positif terhadap perkembangan neurologis bayi terutama pada tahap awal kehidupan. Penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan fisiologis dan pengaturan stress yang semuanya berdampak pada cara otak bayi berkembang.

3. Hubungan Sentuhan dan Perkembangan Otak Bayi Melalui Stimulasi Sensorik yang Holistik
Moms, pengalaman multisensori termasuk sentuhan, suara, visual, dan gerak memainkan peran krusial dalam membentuk koneksi sinaptik pada otak bayi. Dalam tiga tahun pertama kehidupan, jalur saraf berkembang sangat cepat dan interaksi melalui sentuhan membantu memutuskan sinaps mana yang dipertahankan atau dilemahkan.
4. Sentuhan dari Orang Tua Meningkatkan Regulasi Emosi dan Rasa Aman
Sentuhan yang penuh kasih dari orang tua dapat meningkatkan ikatan emosional dan membantu menciptakan rasa aman pada bayi. Respons fisiologis seperti stabilisasi denyut jantung dan ketenangan emosional menunjukkan bahwa bayi tidak hanya merasa nyaman, tetapi juga otaknya memproses sentuhan sebagai pengalaman positif yang mempengaruhi regulasi emosional di masa depan.
5. Sentuhan Dapat Memperkuat Bonding dan Peningkatan Kualitas Tidur
Sentuhan lembut seperti pijatan dapat memengaruhi hormon seperti oksitosin yaitu hormon yang dikaitkan dengan rasa tenang dan keterikatan. Bahkan, stimulasi pijat bayi telah dilaporkan meningkatkan kualitas tidur bayi melalui perubahan gelombang otak yang mendukung relaksasi. Tidur berkualitas merupakan fase kerja otak yang sangat penting untuk pembentukan koneksi baru dan perkembangan neurologis.

Mengapa Ini Penting untuk Orang Tua dan Keluarga?
Fakta-fakta tersebut menjelaskan bahwa sentuhan bukan sekadar kebutuhan fisik bayi melainkan bahasa pertama yang membantu membentuk struktur, fungsi, dan regulasi emosional otak mereka. Dengan memberikan sentuhan yang konsisten dan penuh cinta seperti gendongan, pijatan lembut, kontak kulit-ke-kulit, atau rangsangan sensorik positif, orang tua turut mengoptimalkan landasan perkembangan saraf si kecil.
Meski demikian, tetap selalu diingat bahwa setiap bayi adalah unik. Interaksi yang hangat dan penuh perhatian akan memberi dasar yang kuat bagi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka.
Untuk mendukung perjalanan perkembangan si kecil secara menyeluruh, termasuk stimulasi sentuhan yang optimal, Mom n Jo hadir dengan layanan perawatan bayi dan keluarga yang dirancang untuk menciptakan sentuhan penuh makna dan relaksasi holistik. Perawatan pijat bayi yang dilakukan oleh terapis berpengalaman tidak hanya membantu stimulasi sensorik, tetapi juga memperkuat bonding antara orang tua dan buah hati.
Moms, reservasi treatment Mom n Jo sekarang karena setiap sentuhan yang penuh cinta berarti lebih dari sekadar sentuhan, tetapi investasi untuk perkembangan otaknya
