Setiap tanggal 1 Desember, dunia memperingati Hari AIDS Sedunia. Selama bertahun-tahun topik HIV/AIDS seringkali dibicarakan dengan nada berbisik, penuh ketakutan, atau dianggap hanya urusan orang dewasa tertentu. Akibatnya, banyak mitos beredar dan kesempatan untuk melakukan pencegahan justru terlewat.
Di era modern ini, sudah saatnya kita mengubah cara pandang. Kesehatan reproduksi dan seksual adalah bagian dari kesehatan umum, sama pentingnya dengan kesehatan jantung atau pencernaan.
Mom n Jo percaya bahwa keluarga adalah benteng pertahanan pertama. Melindungi keluarga bukan hanya soal memberikan makanan bergizi, tetapi juga memberikan edukasi yang benar dan menciptakan ruang yang aman tanpa penghakiman. Mari kita bahas mengapa topik ini penting bagi ibu hamil, remaja, hingga keharmonisan keluarga kita.

Mengapa “Ibu Baik-Baik” Tetap Bisa Kecolongan?
Poin ini sering menjadi pertanyaan besar. “Saya setia, suami saya baik, kenapa saya harus tes HIV saat hamil?”
Moms, virus HIV itu “buta”, tidak membedakan status sosial, kesetiaan, atau karakter seseorang. Alasan medis mengapa tes HIV, sebagai bagian dari Triple Eliminasi wajib dilakukan bahkan bagi ibu rumah tangga adalah karena faktor jendela waktu (window period) dan riwayat masa lalu.
- Faktor “Silent Carrier“. Seseorang bisa terinfeksi HIV 5-10 tahun yang lalu, mungkin dari penggunaan alat medis tidak steril di masa lampau, transfusi darah lama, atau jarum suntik. Namun, virusnya tidur dan orang tersebut tampak sangat sehat. Pasangan kita mungkin tidak sadar ia membawa virus tersebut karena tidak pernah tes sebelumnya. Inilah yang sering disebut “kecolongan”.
- Pencegahan adalah cinta. Melakukan tes HIV bukan berarti saling curiga. Justru, mengetahui status kesehatan sejak awal kehamilan adalah bukti cinta. Jika terdeteksi positif, ibu bisa segera minum obat ARV (Antiretroviral) agar virus “tertidur” dan tidak menular ke bayi. Bayi bisa lahir negatif dan sehat 100%.
Cara HIV Menular
Agar kita tidak parno atau takut berlebihan tetapi tetap waspada, kita perlu tahu prinsip dasarnya. HIV hanya menular melalui pertukaran cairan tubuh spesifik yang masuk langsung ke aliran darah orang lain.
4 Cairan Tubuh Pembawa Virus:
- Darah.
- Cairan sperma dan cairan pra-ejakulasi.
- Cairan vagina.
- Air Susu Ibu (ASI), risiko ini bisa ditekan nol jika Ibu minum obat ARV.
Virus HIV menular melalui:
- Hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang positif HIV dan tidak berobat.
- Penggunaan jarum suntik bergantian, sering terjadi pada kasus narkoba suntik atau alat medis atau tato yang tidak steril.
- Kehamilan, persalinan, atau menyusui dari ibu ke bayi, jika tidak mengikuti program pencegahan medis.
- Transfusi darah meskipun risiko ini sekarang sangat kecil karena PMI melakukan skrining ketat.
Moms, tolong sampaikan pada anak-anak agar mereka tidak menjauhi teman yang sakit, karena HIV tidak menular melalui:
- Berjabat tangan, berpelukan, atau cipika-cipiki.
- Gigitan nyamuk atau serangga.
- Berbagi alat makan, gelas, atau piring.
- Menggunakan toilet umum atau kolam renang yang sama.
- Keringat, air mata, atau ludah.
Jadi, berinteraksi sosial dengan ODHIV (Orang Dengan HIV) itu sangat aman. Jangan biarkan ketidaktahuan membuat kita kehilangan rasa kemanusiaan.

Pendidikan adalah “Vaksin” Terbaik
Punya anak remaja di rumah? Moms dan Dads mungkin merasa canggung atau tabu membicarakan soal HIV atau seks edukasi. “Nanti malah ngajarin yang nggak-nggak,” begitu kekhawatiran umumnya.
Faktanya, ketidaktahuanlah yang berbahaya. Di era digital, anak remaja bisa mengakses informasi apa saja. Jika mereka tidak mendapatkan info valid dari orang tuanya, mereka akan mencarinya dari sumber yang salah.
Berbicara pada remaja yang saat ini yang umumnya adalah generasi alpha, Moms perlu tips khusus agar mereka mau terbuka dan mendengarkan, yaitu:
- Buat obrolan menjadi santai, hindari kalimat yang menceramahi. Sisipkan obrolan saat menonton berita atau film bersama.
- Fokus pada kesehatan dan konsekuensi. Jelaskan bahwa tubuh mereka berharga. “Menjaga tubuh dari risiko penyakit menular seksual adalah bentuk tanggung jawabmu pada masa depanmu sendiri.”
- Jadilah tempat bertanya. Pastikan anak tahu bahwa mereka bisa bertanya apa saja pada Moms dan Dads tanpa takut dimarahi.
Hapus Stigma: Kesehatan Mental Keluarga Juga Penting
Salah satu musuh terbesar dalam penanggulangan AIDS bukanlah virusnya, melainkan stigma (cap buruk) yang membuat orang takut tes dan membuat anak-anak dengan HIV dijauhi.
Sebagai keluarga modern, mari kita ajarkan empati pada anak-anak. Keluarga yang penuh empati akan menghasilkan anak-anak yang sehat secara mental dan sosial.
Moms, Dads, mari kita jadikan sebagai zona nyaman karena kesehatan keluarga adalah investasi terbesar. Mari jaga tubuh kita, pikiran kita, dan orang-orang yang kita cintai. Di Hari AIDS Sedunia ini, mari kita berkomitmen untuk:
- Berani tes: Bagi ibu hamil atau calon pengantin, lakukan skrining kesehatan tanpa rasa takut.
- Berani bicara: Edukasi remaja kita dengan fakta medis, bukan mitos.
- Berani peduli: Hilangkan stigma, rangkul mereka yang membutuhkan dukungan.

Koneksi Emosional adalah Kunci Pencegahan di Rumah
Moms, Dads, tahukah bahwa salah satu pencegahan terbaik agar remaja tidak terjerumus perilaku berisiko adalah koneksi yang kuat dengan orang tua? Anak yang merasa didengar, disayang, dan nyaman di rumah, cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan di luar rumah. Namun, membangun koneksi ini sulit jika orang tua sendiri sedang stres, lelah, atau burnout.
Koneksi ini dapat terbangun apabila semua anggota keluarga merasa nyaman termasuk tubuh yang sehat dan rileks. Untuk itu, Mom n Jo hadir untuk keluarga. Kami menyediakan ruang di mana keluarga bisa melepaskan penat sejenak. Melalui layanan spa anak, pediatric massage, pijat relaksasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anggota keluarga.
Treatment ini akan membantu:
- Meredakan stres fisik dan mental karena pijatan merilis hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih positif.
- Membangun bonding dengan melakukan perawatan bersama bisa menjadi momen quality time yang berharga.
- Membuka komunikasi ketika tubuh rileks setelah dipijat, obrolan yang tadinya kaku atau berat seperti edukasi kesehatan ini, bisa mengalir lebih cair dan santai.
Ingin suasana yang rileks untuk ngobrol dari hati ke hati dengan anak remaja? Ajak mereka ke Mom n Jo! Komunikasi yang sehat dimulai dari tubuh dan pikiran yang tenang.
