Menyusui bayi baru lahir adalah proses alami, tetapi tidak selalu mudah, terutama bagi Moms yang baru pertama kali melahirkan. Bayi dan ibu sama-sama sedang belajar. Sehingga Moms harus tahu cara menyusui bayi yang benar untuk membantu bayi mendapatkan ASI secara optimal sekaligus menjaga kenyamanan tubuh sendiri.
Posisi menyusui yang kurang tepat, pelekatan yang belum optimal, atau tubuh Moms yang masih lelah pascapersalinan dapat membuat proses menyusui terasa menantang.

1. Pastikan Posisi Ibu Nyaman dan Relaks
Sebelum menyusui, pastikan Moms berada dalam posisi menyusui yang nyaman, baik duduk maupun berbaring.
Gunakan bantal untuk menopang punggung, lengan, atau bayi bila diperlukan.
Tubuh Moms yang rileks membantu refleks pengeluaran ASI bekerja lebih baik dan membuat proses menyusui terasa lebih tenang.
2. Dekatkan Bayi ke Tubuh Ibu
Saat menyusui, posisi bayi harus menghadap Moms, dengan perut bayi menempel pada perut Moms.
Kepala, bahu, dan tubuh bayi berada dalam satu garis lurus. Posisi menyusui ini membantu bayi menelan ASI dengan lebih mudah dan mengurangi risiko tersedak.
3. Perhatikan Pelekatan Mulut Bayi
Pelekatan yang benar adalah kunci utama keberhasilan menyusui. Mulut bayi harus terbuka lebar, mencakup puting dan sebagian besar areola, bukan hanya ujung puting.
Pelekatan yang baik membantu bayi mengisap ASI secara efektif dan mencegah puting lecet pada Moms.
4. Biarkan Bayi Menyusu Sesuai Kebutuhannya
Bayi baru lahir perlu menyusu sering, bisa 8–12 kali dalam 24 jam. Biarkan bayi menyusu sesuai tanda lapar, seperti mengisap jari atau membuka mulut, tanpa menunggu bayi menangis. Menyusui sesuai kebutuhan membantu produksi ASI eksklusif lebih optimal.

5. Perhatikan Tanda Bayi Menyusu dengan Efektif
Bayi yang menyusu dengan baik akan terlihat tenang, menelan ASI secara teratur, dan melepaskan payudara dengan sendirinya saat kenyang.
Popok basah yang cukup dan kenaikan berat badan menjadi tanda bahwa ASI eksklusif yang masuk sudah mencukupi.
6. Ganti Payudara secara Bergantian
Setiap kali menyusui, pastikan bayi mengosongkan satu payudara terlebih dahulu sebelum berpindah ke payudara lainnya.
Hal ini membantu bayi mendapatkan ASI awal dan ASI akhir yang kaya lemak, sekaligus mencegah payudara terasa penuh berlebihan.
7. Jaga Kontak Kulit dengan Bayi
Kontak kulit antara Moms dan bayi selama menyusui membantu memperkuat ikatan emosional dan merangsang hormon oksitosin.
Hormon ini berperan penting dalam kelancaran ASI eksklusif sekaligus membantu ibu merasa lebih tenang dan nyaman.
8. Rawat Tubuh Ibu Pascapersalinan
Menyusui membutuhkan energi dan kondisi tubuh yang baik. Ibu perlu cukup istirahat, makan bergizi, dan menjaga kebugaran tubuh.
Ketegangan pada bahu, punggung, dan leher dapat membuat proses menyusui terasa tidak nyaman jika dibiarkan.

9. Dengarkan Tubuh dan Jangan Ragu Mencari Dukungan
Jika Moms merasa nyeri berlebihan, ASI terasa kurang lancar, atau bayi tampak kesulitan menyusu, jangan ragu mencari dukungan.
Setiap ibu dan bayi memiliki proses adaptasi yang berbeda, dan bantuan profesional bisa sangat membantu.
Dukung Cara Menyusui Bayi yang Benar dengan Perawatan Pascapersalinan
Tubuh ibu yang rileks berperan besar dalam keberhasilan menyusui. Di Mom n Jo, tersedia layanan perawatan ibu pascapersalinan dan pijat ibu menyusui. Kami merancangnya untuk membantu meredakan ketegangan tubuh, melancarkan sirkulasi, dan mendukung kenyamanan selama masa menyusui.
Moms, rasakan pengalaman menyusui yang lebih nyaman dan menyenangkan sejak awal, jadwalkan perawatan ibu di Mom n Jo sekarang juga. Dukungan profesional yang tepat membantu ibu lebih siap, rileks, dan percaya diri dalam mendampingi bayi di masa awal kehidupannya.
