Pernahkah Moms mendengar komentar dari orang sekitar, “Jangan sering-sering digendong, nanti bau tangan dan jadi manja, lho!”? Atau mungkin Moms merasa khawatir ketika si Kecil menangis berguling-guling di lantai mal hanya karena tidak dibelikan mainan baru?
Label “anak manja” seringkali menjadi momok bagi orang tua. Kita semua ingin membesarkan anak yang mandiri, tangguh, dan sopan. Namun di sisi lain, kita juga ingin melimpahkan kasih sayang sebanyak-banyaknya.
Lantas, di mana garis batasnya? Apakah memberikan perhatian penuh berarti memanjakan? Mari kita luruskan mitos dan faktanya agar Moms bisa mengasuh dengan tenang dan percaya diri.
Mitos vs Fakta: Bisakah Kita “Terlalu Menyayangi” Anak?
Satu hal yang perlu diingat: Moms tidak bisa memanjakan bayi terutama newborn, dengan terlalu banyak kasih sayang.
Menggendong saat bayi menangis, menyusui saat mereka butuh kenyamanan, atau memeluk mereka saat takut, adalah cara membangun secure attachment (kelekatan yang aman). Anak yang kebutuhan emosionalnya terpenuhi justru akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mandiri, bukan manja.

Perilaku “manja” yang negatif seperti tantrum manipulatif atau tidak mau berusaha, biasanya bukan disebabkan oleh terlalu banyak cinta, melainkan karena kurangnya batasan (rules) yang konsisten atau penggantian kehadiran orang tua dengan materi.
Tanda Anak Manja dan Cara Mengatasinya
Jika si Kecil sudah memasuki usia balita (toddler) dan menunjukkan tanda-tanda anak manja berikut, mungkin ini saatnya Moms mengevaluasi strategi pengasuhan:
1. Tidak Bisa Menerima Kata “Tidak”
Setiap penolakan berujung pada ledakan emosi yang tidak terkendali, dan akhirnya Moms menyerah agar ia diam. Solusinya adalah tetap tenang dan konsisten. Validasi perasaannya seperti “Bunda tahu kamu kecewa”, tetapi tetap pada aturan dengan mengatakan: “Tapi kita tidak beli mainan hari ini”. Jangan menyerah pada tantrum, karena itu mengajarkan bahwa menangis adalah senjata ampuh.
2. Selalu Meminta Bantuan untuk Hal yang Bisa Dilakukan Sendiri
Misalnya, minta disuapi padahal sudah bisa makan sendiri, atau minta dipakaikan sepatu padahal sudah mampu. Solusi untuk Moms dan Dads adalah mendorong kemandirian bertahap. Berikan pujian pada prosesnya, bukan hasilnya. “Wah, Kakak hebat sudah berusaha pakai kaos kaki sendiri!”

3. Tidak Pernah Merasa Puas
Biasanya anak manja selalu meminta lebih, entah itu mainan, makanan, atau waktu layar (screen time), dan jarang mengucapkan terima kasih. Solusi yang dapat Moms dan Dads lakukan adalah mengajarkan konsep bersyukur dan menunggu. Delayed gratification (menunda kepuasan) adalah life skill penting.
Tips Mencegah Sifat Manja Tanpa Mengurangi Kasih Sayang
Mendidik agar tidak menjadi anak manja bukan berarti harus menjadi orang tua yang galak atau kaku. Berikut tips hangat untuk diterapkan di rumah:
- Quality Time > Material Gifts: Seringkali anak merengek minta mainan karena sebenarnya mereka haus akan koneksi dengan orang tuanya. Ganti hadiah mainan dengan waktu bermain bersama tanpa gadget.
- Berikan Tanggung Jawab: Libatkan anak dalam tugas rumah tangga sederhana sesuai usianya, seperti membereskan mainan atau menaruh baju kotor. Ini membuat mereka merasa berkontribusi dan tidak hanya “dilayani”.
- Konsistensi Ayah dan Ibu: Pastikan Moms dan Dads satu suara. Jangan sampai Ibu bilang “Tidak”, tetapi Ayah bilang “Ya” secara diam-diam.

Kelola Emosi Anak dan Orang Tua di Mom n Jo
Tahukah Moms? Terkadang anak yang terlihat “rewel” atau “manja” berlebihan sebenarnya sedang mengalami stres fisik atau kelelahan emosional. Anak-anak belum pandai verbalisasi rasa pegal atau penat, sehingga keluarnya dalam bentuk perilaku yang menuntut.
Mom n Jo percaya bahwa tubuh yang rileks akan menghasilkan emosi yang stabil. Layanan kids massage kami tidak hanya sekadar pijat, tetapi juga terapi sentuhan yang membantu menurunkan hormon stres (kortisol) pada anak. Ketika tubuh si Kecil nyaman dan rileks, mereka cenderung lebih kooperatif, ceria, dan mudah diajak komunikasi.
Yuk Moms, bangun kedekatan yang sehat dan tubuh yang rileks! Reservasi sesi untuk Si Kecil di Mom n Jo terdekat untuk konsultasi perawatan yang tepat bagi buah hati. Karena anak yang bahagia dimulai dari tubuh dan pikiran yang tenang.
