Alt= tanda anak speech delay

Mendengar si kecil mengucapkan kata pertamanya adalah momen yang membahagiakan. Namun, bagaimana jika di usia tertentu anak belum juga berbicara seperti teman sebayanya? Kondisi ini sering membuat orang tua khawatir dan bertanya-tanya, apakah ini termasuk tanda anak speech delay?

Tidak semua anak yang terlambat bicara mengalami gangguan serius, tetapi penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.

Apa Itu Speech Delay?

Speech delay adalah kondisi ketika kemampuan berbicara anak tidak berkembang sesuai milestone usianya. Perkembangan bahasa anak memiliki tahapan yang cukup jelas sejak bayi hingga usia prasekolah.

Moms, speech delay tidak sama dengan language delay, keduanya bisa terjadi bersamaan atau terpisah. Perbedaannya adalah:

  • Speech delay: keterlambatan dalam pengucapan kata atau suara.
  • Language delay: keterlambatan dalam memahami atau menggunakan bahasa untuk berkomunikasi.
alt= stimulasi verbal

Tanda Anak Speech Delay Berdasarkan Usia

Jika beberapa tanda berikut muncul, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter anak atau konselor tumbuh kembang. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

Usia 6–12 Bulan

  • Tidak mengoceh (babbling) seperti “ba-ba” atau “ma-ma”.
  • Tidak merespons saat dipanggil namanya.
  • Jarang melakukan kontak mata atau ekspresi sosial.

Usia 12–18 Bulan

  • Belum mengucapkan kata sederhana misalnya “mama” atau “papa”.
  • Tidak menunjuk benda yang diinginkan.
  • Tidak meniru suara atau kata sederhana.

Usia 18–24 Bulan

  • Kosakata kurang dari 20–50 kata.
  • Tidak bisa menggabungkan dua kata sederhana seperti “mau susu”, “bola besar”.
  • Lebih sering menggunakan gestur dibandingkan kata-kata.

Usia 2–3 Tahun

  • Ucapan sulit dipahami orang di luar keluarga.
  • Tidak mampu mengikuti instruksi sederhana.
  • Tidak tertarik berinteraksi atau bermain bersama teman sebaya.

Apa Penyebab Speech Delay?

Speech delay bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  1. Kurangnya stimulasi verbal di rumah
  2. Gangguan pendengaran
  3. Gangguan perkembangan seperti autism spectrum disorder
  4. Gangguan oral-motor
  5. Faktor bilingual, terjadi dalam beberapa kasus)

Kapan Harus ke Dokter?

Deteksi dan intervensi dini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi anak dengan keterlambatan perkembangan. Segera konsultasikan jika:

  • Anak tidak menunjukkan perkembangan bahasa sama sekali.
  • Anak kehilangan kemampuan bicara yang sebelumnya sudah dimiliki.
  • Ada tanda lain seperti kurang kontak mata atau tidak merespons lingkungan.

Dokter mungkin akan melakukan evaluasi pendengaran atau merujuk ke terapis wicara. Semakin cepat intervensi dilakukan, semakin baik hasilnya.

Cara Menstimulasi Anak di Rumah

Selain terapi profesional, Moms bisa membantu dengan:

  • Sering mengajak anak berbicara
  • Membacakan buku setiap hari
  • Bernyanyi bersama
  • Mengurangi screen time
  • Memberi respon positif saat anak mencoba berbicara

Setiap anak memiliki ritme tumbuh kembang yang unik. Namun, stimulasi yang tepat dapat membantu mengoptimalkan perkembangan bicara dan komunikasi si kecil. Salah satu cara yang bisa mendukung stimulasi sensorik dan bonding adalah melalui pediatric massage di Mom n Jo. Sentuhan terapeutik yang dilakukan oleh terapis terlatih membantu meningkatkan relaksasi, regulasi emosi, serta respons sensorik anak yang semuanya berperan penting dalam proses komunikasi dan perkembangan bahasa.

Yuk, bantu si kecil tumbuh lebih optimal dengan stimulasi yang lembut, aman, dan menyenangkan bersama pediatric massage Mom n Jo.