Moms, tahukah kalau setiap tanggal 24 Januari, dunia memperingati Hari Pendidikan Internasional sebagai pengingat bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap manusia dan fondasi utama pembangunan masa depan? Di tahun 2026, peringatan ini menjadi momen refleksi penting bagi keluarga, terutama orang tua muda, bahwa pendidikan tidak dimulai saat anak masuk sekolah, melainkan sejak awal kehidupan bahkan sejak bayi.
Dalam keluarga, pendidikan bukan hanya soal membaca, menulis, atau berhitung. Pendidikan adalah proses membangun karakter, rasa aman, kepercayaan diri, dan kemampuan anak mengenali dunia di sekitarnya. Semua itu bermula dari rumah, dari relasi hangat antara orang tua dan anak.
Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi yang Tidak Tergantikan
Penelitian global menunjukkan bahwa tahun-tahun awal kehidupan anak adalah periode emas perkembangan otak. Pada fase ini, pengalaman sederhana seperti sentuhan, suara, interaksi, dan rutinitas harian membentuk jutaan koneksi saraf otak. Inilah yang disebut sebagai pendidikan usia dini dalam makna paling mendasar.
Pendidikan pada bayi dan balita tidak harus berbentuk aktivitas akademik. Justru, pendekatan yang terlalu kognitif di usia dini dapat membuat anak tertekan. Pendidikan yang sehat adalah pendidikan yang selaras dengan tahap tumbuh kembang anak melalui bermain, bergerak, dan interaksi penuh kehangatan.

Peran Orang Tua sebagai Pendidik Pertama
Pada Hari Pendidikan Internasional ini, penting untuk kembali menegaskan bahwa orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Cara orang tua menyentuh, berbicara, merespons tangisan, dan hadir secara emosional adalah bentuk pendidikan yang membentuk rasa aman dan kepercayaan anak terhadap dunia.
Ketika anak merasa aman, ia akan lebih siap belajar. Ketika tubuh anak rileks, otaknya lebih terbuka terhadap stimulasi. Di sinilah kesejahteraan fisik dan emosional menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan.
Sentuhan, Stimulasi, dan Pendidikan Holistik
Pendidikan yang holistik mencakup tubuh, emosi, dan pikiran. Pada anak usia dini, sentuhan memiliki peran besar dalam mendukung proses belajar alami. Sentuhan yang tepat membantu anak mengenali tubuhnya, mengelola emosi, dan membangun regulasi diri.
Layanan seperti pijat bayi dan spa anak menjadi bagian dari pendekatan pendidikan berbasis kesejahteraan. Melalui pijat, anak mendapatkan stimulasi sensorik yang mendukung perkembangan saraf, motorik, dan emosional. Anak yang tubuhnya nyaman dan tenang cenderung lebih fokus, lebih responsif, dan lebih siap menerima stimulasi belajar.
Mom n Jo: Mendukung Pendidikan Sejak Dini Lewat Perawatan Berbasis Kasih
Sebagai mitra keluarga muda, Mom n Jo memahami bahwa pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan seiring dengan kesehatan dan kesejahteraan anak. Layanan Mom n Jo dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh mulai dari bayi, anak, hingga orang tua.
Pijat bayi, pijat anak, hingga perawatan ibu bukan sekadar relaksasi, tetapi bagian dari upaya membangun fondasi tumbuh kembang yang sehat. Terapis Mom n Jo terlatih untuk memberikan sentuhan yang aman, penuh empati, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Di momen Hari Pendidikan Internasional 24 Januari 2026, Mom n Jo mengajak orang tua untuk melihat pendidikan dari perspektif yang lebih luas, bahwa anak yang merasa aman, dicintai, dan dihargai tubuhnya adalah anak yang siap belajar dan bertumbuh.
Pendidikan terbaik tidak selalu mahal atau rumit. Ia hadir dalam rutinitas sederhana yang dilakukan dengan penuh kesadaran seperti menggendong, memijat, bermain, dan mendampingi anak dengan sabar.
Moms, yuk berikan fondasi pendidikan yang kuat sejak dini, percayakan perawatan tumbuh kembang anak di Mom n Jo. Dengan layanan profesional berbasis sentuhan dan stimulasi yang tepat, Mom n Jo hadir mendampingi keluarga dalam perjalanan membesarkan anak yang sehat, bahagia, dan siap belajar sejak awal kehidupannya.
Segera reservasi treatment untuk anak dan anggota keluarga lainnya, rasakan pengalaman relaksasi menyenangkan dan dukungan untuk belajar anak.
