Banyak orang tua mulai memperkenalkan biskuit saat si kecil memasuki masa MPASI. Alasan utamanya sederhana: praktis, mudah dibawa, dan disukai bayi. Namun, di balik kepraktisannya, ada banyak pertanyaan yang muncul:
“Apakah biskuit bayi benar-benar sehat?”
“Kapan bayi boleh makan biskuit?”
“Bagaimana memilih biskuit yang aman?”
Agar tidak ada keraguan dan kekhawatiran, Moms harus memahami manfaat, risiko, dan cara memilih biskuit yang tepat, lengkap dengan rekomendasi cara menyajikannya agar aman.
Apa Itu Biskuit Bayi?
Biskuit bayi adalah camilan khusus yang dibuat dengan tekstur mudah larut di mulut, sehingga lebih aman dikonsumsi saat bayi baru belajar makan. Biasanya terbuat dari tepung beras, gandum, atau umbi-umbian dengan sedikit tambahan rasa yang ringan.
Namun, tidak semua biskuit bayi memiliki kualitas nutrisi yang sama. Itulah mengapa penting bagi orang tua untuk cermat membaca komposisi sebelum membeli.
Kapan Bayi Boleh Makan Biskuit?
Bayi yang belum siap makan sebaiknya tidak diberi biskuit meski biskuit tersebut hancur di mulut karena tetap punya risiko tersedak. Bayi baru boleh mulai mengonsumsi biskuit ketika masuk fase MPASI, yaitu usia 6 bulan ke atas, dengan catatan bayi sudah menunjukkan tanda siap makan, seperti:
- Bisa duduk dengan bantuan
- Menahan kepala dengan stabil
- Menunjukkan rasa penasaran terhadap makanan
- Refleks menjulurkan lidah sudah berkurang

Manfaat Biskuit Bayi
Biskuit bayi dapat memberikan beberapa manfaat, khususnya jika dipilih produk yang tepat karena tidak semua biskuit bayi dibuat dengan kandungan gizi yang seimbang.
- Melatih motorik halus dan kemampuan menggenggam. Biskuit finger food membantu bayi:
- Melatih koordinasi tangan–mulut
- Mengenal tekstur
- Belajar menggigit dan mengunyah
- Alternatif camilan yang praktis karena mudah dibawa ke mana saja dan bisa menjadi solusi cepat saat bayi mulai rewel dan lapar.
- Sumber energi tambahan. Beberapa diformulasikan dengan zat gizi tertentu seperti:
- Zat besi
- Vitamin B kompleks
- Kalsium
- Karbohidrat untuk energi
Risiko Biskuit Bayi yang Perlu Diperhatikan
Ibu baru selalu menantikan momen mengenalkan makanan pada bayi, begitu pula dengan memberi biskuit. Banyaknya pilihan membuat Moms harus memperhatikan hal sebagai berikut:
- Kandungan gula tambahan. WHO menganjurkan MPASI tanpa tambahan gula dan garam karena jika terlalu manis dapat meningkatkan risiko karies gigi, membuat bayi ketagihan rasa manis dan mengganggu preferensi makanan alami.
- Risiko tersedak. Beberapa biskuit dapat pecah menjadi serpihan keras, lengket di langit-langit mulut dan tidak larut cepat. Ini berpotensi menyebabkan bayi tersedak sehingga Moms harus selalu awasi bayi selama makan.
- Bukan pengganti makanan utama. Biskuit hanyalah camilan sehingga jangan terlalu sering memberikan biskuit agar kebutuhan nutrisi harian bayi tetap terpenuhi. Bayi tetap membutuhkan MPASI seimbang yang terdiri dari:
- Sumber karbohidrat
- Sumber protein hewani
- Sayuran bertekstur lembut
- Buah
Cara Memilih Biskuit Bayi yang Aman
Saat memilih biskuit bayi, perhatikan hal berikut:
- Pilih yang rendah atau tanpa gula tambahan oleh karena itu periksa label gizi. Semakin sedikit bahan tambahan, semakin baik.
- Tidak mengandung pemanis buatan atau perasa sintetis sehingga pilih yang berbahan alami.
- Tekstur mudah lumer, bagi bayi 6–8 bulan, pilih yang mudah larut di mulut.
- Utamakan bahan kaya nutrisi. Contoh kandungan yang baik:
- Tepung gandum utuh
- Oat
- Pisang
- Ubi
- Zat besi
- Perhatikan alergi. Jika bayi mempunyai riwayat alergi hindari memberi camilan yang mengandung:
- Telur
- Kacang
- Gluten

Cara Aman Memberikan Biskuit kepada Bayi
Untuk mengurangi risiko tersedak:
- Pilih posisi yang benar. Bayi harus duduk tegak, bukan berbaring atau merangkak sambil makan.
- Awasi sepenuhnya. Jangan tinggalkan bayi meski hanya beberapa detik.
- Sesuaikan ukuran. Finger food harus berukuran panjang agar mudah digenggam.
- Dampingi sambil mengenalkan cara menggigit. Bayi perlu belajar menggigit dan mengunyah secara bertahap.
- Jangan jadikan biskuit sebagai pengalih agar si kecil diam. Kebiasaan ini membuat makanan jadi distraksi, bukan nutrisi.
Alternatif Camilan Sehat Selain Biskuit Baby
Selain biskuit, Moms dapat membuat finger food dari bahan alami yang mudah dan lebih kaya nutrisi. Untuk itu Moms dapat mencoba:
- Potongan pisang matang
- Potongan alpukat
- Bubur oat yang dipadatkan
- Potongan ubi kukus
- Pancake bayi tanpa gula

Kapan Harus Waspada?
Setiap bayi unik, dan respons terhadap makanan bisa berbeda. Hentikan pemberian biskuit dan konsultasikan ke tenaga kesehatan jika si kecil mengalami:
- Ruam merah setelah makan karena kemungkinan alergi
- Muntah berulang
- Sembelit setelah konsumsi biskuit tertentu
- Tersedak atau refleks muntah kuat
Selain memberikan nutrisi yang tepat, stimulasi sensorik dan motorik juga penting untuk perkembangan bayi usia MPASI. Mom n Jo menyediakan berbagai treatment khusus bayi yang aman, yaitu:
- Baby Massage bermanfaat memperkuat pencernaan, kualitas tidur, dan kenyamanan tubuh
- Baby Swim untuk menstimulasi otot dan koordinasi motorik
- Baby Gym / Infant Stimulation yang akan mendukung perkembangan sensorik-motorik sesuai usia
- Jump Start Baby merupakan stimulasi lengkap untuk tumbuh kembang optimal
Dengan dukungan tenaga profesional bersertifikat, Mom n Jo membantu bayi tumbuh sehat, rileks, dan siap eksplorasi dunia barunya.
