Selamat, Moms sebentar lagi akan bertemu dengan hadiah terindah dalam hidup. Terkadang di antara kegembiraan itu, wajar jika terselip rasa cemas (anxiety), panik, bahkan takut saat membayangkan hari persalinan tiba.
Rasa takut ini seringkali didorong oleh cerita horor yang didengar, stigma masyarakat tentang “sakitnya melahirkan”, atau ketidakpastian akan proses yang akan dijalani. Jika kecemasan persalinan pertama ini dibiarkan berlarut, tubuh akan melepaskan hormon stres kortisol yang dapat menghambat kerja hormon oksitosin, yang krusial untuk proses pembukaan dan persalinan lancar.
Kabar baiknya, anxiety itu bisa dikelola. Kunci utama bukan menghilangkan rasa takut, tetapi mengubah reaksi terhadap rasa takut itu.
Sumber Utama Kecemasan Persalinan Pertama
Sebelum mencari cara menghadapi anxiety, kita perlu tahu dulu dari mana asalnya, misalnya:
- Ketakutan akan rasa sakit, ini adalah sumber utama. Umumnya berupa kekhawatiran apakah Moms mampu menahan kontraksi.
- Takut komplikasi atau kegagalan, muncul karena rasa cemas akan kondisi bayi atau prosedur medis darurat.
- Stigma dan cerita negatif, tanpa disadari paparan berlebihan dari media sosial atau lingkungan tentang pengalaman persalinan yang traumatis membuat Moms cemas akan persalinan yang akan dihadapi.
- Fear of the unknown, karena pengalaman pertama, tentunya belum tahu apa yang akan dihadapi.

3 Strategi Mental untuk Mengendalikan Rasa Cemas
Strategi terbaik mengatasi rasa cemas persalinan pertama adalah mengambil kembali kendali atas apa yang bisa kita kontrol yaitu pikiran dan persiapan.
1. Ilmu adalah Kekuatan
Rasa takut datang dari ketidakpastian. Knowledge is power, oleh karena itu isi pikiran Moms dengan ilmu yang valid, bukan mitos, caranya adalah:
- Ikuti kelas persalinan, dengan mencari tahu apa yang terjadi pada setiap fase kontraksi, bagaimana cara bernapas yang benar, dan posisi yang membantu. Pengetahuan ini mengubah rasa takut menjadi antisipasi yang terukur.
- Buat birth plan, tuliskan harapan Moms dan diskusikan dengan bidan atau dokter. Memiliki rencana walau fleksibel akan memberikan rasa kendali.
- Batasi paparan negatif dengan menghindari mendengar atau membaca cerita persalinan yang hanya fokus pada rasa sakit.
2. Kuasai Pikiran dengan Afirmasi Positif
Pada dasarnya, otak merespons apa yang diucapkan berulang kali. Oleh karena itu:
- Ganti dialog internal negatif, seperti:
- “Saya tidak akan kuat menahan sakitnya” dengan “Tubuh saya diciptakan sempurna untuk melahirkan bayi ini.”
- “Ini akan menjadi trauma” ubah menjadi “Setiap gelombang kontraksi membawa bayi saya lebih dekat dengan pelukan saya.”
- Latihan relaksasi, melatih diri setiap hari dengan teknik hypnobirthing atau meditasi ringan. Ini mengajarkan otot Moms untuk rileks meski ada ketegangan.

3. Support System
Jangan hadapi rasa cemas sendirian, jadikan keterbukaan sebagai kunci mengatasinya dengan cara:
- Berbagi dengan pasangan, beri tahu apa ketakutan terbesar Moms. Pasangan yang tahu apa yang Moms rasakan akan lebih siap menjadi tim pendukung terbaik.
- Cari pendamping kelahiran: Pertimbangkan menyewa Doula. Mereka adalah ahli pendukung emosional yang bisa memberikan kenyamanan dan panduan saat persalinan.
Pijat Ibu Hamil: Jembatan Relaksasi Tubuh dan Pikiran
Strategi penting lainnya adalah pijat ibu hamil. Anxiety adalah kondisi mental, tetapi dampaknya terasa di seluruh tubuh misalnya punggung tegang, bahu kaku, sampai sulit tidur. Pijat membantu memutus siklus negatif ini.

1. Hubungan Oksitosin dan Kortisol
Pijat adalah salah satu cara paling efektif untuk menurunkan hormon stres dan meningkatkan hormon cinta serta kebahagiaan (oksitosin dan endorfin).
- Menurunkan Kortisol. Sentuhan terapeutik mengirimkan sinyal aman ke sistem saraf pusat, memberitahu otak bahwa Moms berada dalam mode rest and digest (rileks), bukan mode fight or flight (melawan atau lari). Kortisol yang rendah membantu Moms berpikir lebih jernih dan tidur lebih nyenyak.
- Meningkatkan Oksitosin. Hormon ini tidak hanya memicu kontraksi saat persalinan, tetapi juga hormon yang membuat Moms merasa tenang, bahagia, dan terikat (bonding) dengan janin. Rutin pijat melatih tubuh untuk melepaskan oksitosin, sebuah latihan yang sangat berharga menjelang persalinan.
2. Manfaat Fisik Langsung
Rasa cemas yang berlebihan sering memicu nyeri otot. Pijat meredakan keluhan fisik yang sering menjadi pemicu stres, seperti:
- Nyeri punggung bawah akibat penambahan berat badan.
- Kaki bengkak atau kram.
- Sakit kepala tegang.
Ketika tubuh terasa ringan dan nyaman, pikiran akan lebih mudah fokus pada afirmasi positif, bukan pada ketidaknyamanan fisik.
Partner Persiapan Persalinan Terbaik
Mom n Jo memahami bahwa prenatal massage adalah bagian dari persiapan mental yang harus dilakukan secara rutin, bukan sekadar memanjakan diri sesekali.
Kami merancang layanan ini secara khusus, treatment dilakukan oleh terapis yang bersertifikat yang memahami anatomi ibu hamil, dan tahu titik-titik yang aman dan efektif untuk meredakan ketegangan dan rasa cemas. Kami memastikan Moms merasa aman, didukung, dan benar-benar rileks.
Jadikan Mom n Jo sebagai ritual untuk menurunkan level stres dan meningkatkan cadangan energi positif. Siap menukar kecemasan dengan ketenangan dan kekuatan? Ambil kontrol persalinan Moms hari ini! Segera jadwalkan sesi pijat ibu hamil rutin di Mom n Jo terdekat. Berikan yang terbaik untuk persiapan mental dan fisik menjelang hari H.
